Senin, 24 Desember 2007

Gunung gede Pangrango


MANDALAWANGI - PANGRANGO
Soe Hok Gie

Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu

walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku

aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi Kau
datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

"hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya "tanpa
kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
'terimalah dan hadapilah

dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 jurangmu

aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup

Jakarta 19-7-1966

GLOBAL WARMING


Global Warming atau pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Dewasa ini global warming yang berakibat pada berbagai macam bencana ekologis belum menjadi kesadaran dari berbagai pihak sebagai suatu masalah yang harus segera diminimalisir. Walaupun telah menjadi sorotan utama berbagai masyarakat dunia, terutama negara yang mengalami industrialisasi, tuntutan peningkatan perekonomian dan pola konsumsi tinggi (gaya hidup konsumtif), tetapi masih banyak yang tidak memahami dan kurang peduli pada global warming yang berimbas pada bencana saat ini. Global warming berakar dari efek rumah kaca yang disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer.

Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat, tentunya dibarengi dengan perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi, meningkatnya suhu air laut mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut.
Untuk mengantisipasi dampak dari gas rumah kaca yang sangat membahayakan kehidupan bumi, maka sangat dibutuhkan upaya untuk menanggulangi efek rumah kaca agar dampaknya tidak melebar beberapa tahun ke depan. Maka, diperlukan suatu tindakan penanggulangan yang konsisten dan berkelanjutan untuk kehidupan di masa yang akan datang. Dari sekian banyak hal yang dapat dilakukan seperti mengurangi pemakaian gas freon dan bahan bakar minyak, menanam pohon sebagai langkah penghijauan dan masih banyak lagi, namun yang terpenting adalah kesadaran tiap warga masyarakat untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata

APA YANG HARUS DILAKUKAN

Kalau membayangkan bahaya yang ditimbulkan oleh Global Warming dan Efek Rumah Kaca, saya jadi ingin berbuat sesuatu untuk Bumi kita tercinta ini. Dirumah saya mondar-mandir kebetulan suhu diluar cukup panas, apa yang bisa kulakukan.

Menanam Pohon

Saya kemudian membayangkan, pasti sebelum perumahan-perumahan yang ada di Bekasi dibangun, tadinya mungkin berupa sawah atau ladang yang ditumbuhi padi, tanam-tanaman dan pohon-pohon yang banyak menghasilkan oksigen. Saya lihat di halaman rumah saya sudah cukup pohon-pohon seperti jambu, rambutan, nangka, mangga tapi saya pikir masih perlu tambahan lagi yang mungkin bisa membantu agar lebih sejuk. Saya tidak bicarakan masalah nyamuk dulu ya, tunggu episode selanjutnya.

Ganti Minyak Tanah dengan Gas

Saya sudah pakai gas LPG, katanya bahan bakar gas LPG ( liquefied petroleum gas ) menghasilkan karbon dioksida 15-20 persen lebih rendah daripada minyak tanah. Jangan lupa lho, sekarang minyak tanah juga sudah mahal yaitu sekitar Rp. 7.000 per liter. Tapi ada lagi yang lebih baik yaitu gas alam cair LNG ( liquefied natural gas ) yang bisa menghasilakn karbon dioksida 40 persen lebih rendah. Sayangnya belum ada saluran gas LNG untuk perumahan di Bekasi.

Jalan Kaki, yang Benar Aja ?

Untuk jarak jauh tentunya jalan kaki akan melelahkan dan butuh waktu lama. Tapi kalau jaraknya hanya kurang dari satu kilometer masih cocoklah, kalau agak jauh naik sepeda saja. Saya pikir bahwa sekarang ini orang yang tidak memiliki sepeda di rumah adalah orang yang ketinggalan zaman alias orang kurang gaul atau kurang membumi. Tapi hati-hati supaya jangan diteriaki karena Anda akan susah mencari jalur pejalan kaki di Jakarta.

Jangan Bakar Sampah !

Kemarin para ahli dari IPB sudah menemukan salah satu cara menanggulangi banjir dengan cara pembuatan lubang resapan biopori (LRB). Caranya buat lobang di halaman rumah Anda dengan diameter 10 sentimeter dengan kedalaman sebaiknya tidak lebih dari satu meter lalu masukkan sampah organic kedalamnya. Nanti sampah organik tersebut akan dimakan organisme yang ada di dalam tanah. Dengan demikian akan tercipta lubang-lubang kapiler kecil di dalam tanah yang memudahkan penyerapan air ke dalam tanah dan tanah juga menjadi subur, gampang kali bah. Bagaimana dengan sampah yang nonorganic seperti plastic ? wah kalau yang ini emang sebaiknya dipisahkan, tukang sampah pasti senang mengambilnya, karena bisa didaur ulang. Pokoknya jangan bakar sampah deh, karena akan menghasilkan karbon dioksida.

Hemat Listrik !

Banyak cara menghemat listrik antara lain : jangan nyalakan lampu, radio, TV atau AC apabila tidak diperlukan. Disamping menghemat biaya listrik yang akan kita tanggung, juga menghemat pemakaian energy listrik secara global. Sebagian besar pembangkit tenaga listrik menggunakan bahan bakar minyak bumi

Hey2... Ingat lah kawan

ex-plore

Sahabat adalah keperluan jiwa yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau subur dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu. Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa memerlukan kedamaian.
Hidup adalah kegelapan jika tanpa hasrat dan keinginan. Dan semua hasrat -keinginan adalah buta, jika tidak disertai pengetahuan . Dan pengetahuan adalah hampa jika tidak diikuti pelajaran. Dan setiap pelajaran akan sia-sia jika tidak disertai cinta. Ketika cinta memanggilmu maka dekatilah dia walau jalannya terjal berliku, jika cinta memelukmu maka dakaplah ia walau pedang di sela-sela sayapnya melukaimu
Setiap lelaki mencintai dua orang perempuan, yang pertama adalah imaginasinya dan yang kedua adalah yang belum dilahirkan. Apa yang telah kucintai laksana seorang anak yang tak henti-hentinya aku mencintai… Dan, apa yang kucintai kini… akan kucintai sampai akhir hidupku, kerana cinta ialah semua yang dapat kucapai… dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya